Oknum Perwira Polres Tanah Karo aniaya warga
May 17th, 2011

Keterangan Gambar:

Berlin Sinuhaji saat dirawat di rumah sakit. FHOTO : ROBERT TARIGAN, SH.

KABANJAHE, BRM

Berlin Sinuhaji (38), pemilik kafe Jenni di Desa Simpang Kaban, Jalan Letjen Jamin Ginting Kecamatan Kabanjahe, mengaku dianiaya oleh sejumlah personil Polres Tanah Karo. Akibatnya, kini ia tengah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Kabanjahe. Ia mengalami memar, merasa pusing dan mual.

Kepada wartawan, Berlin menceritakan, kejadian itu berawal saat tim dari Polres Tanah Karo melakukan razia di kafe miliknya, sekitar Pukul 01.00 WIB, Sabtu (14/5). Saat itu, ia meminta surat tugas pelaksanaan razia kepada petugas.

“Tapi nggak ada yang menjawab. Setelah itu mereka pergi sebentar. Tak lama kemudian, mereka kembali meminta izin kafe dan bertanya tentang KTP anggota saya. Polisi langsung bertanya tentang KTP anggota saya. Saya tidak tahu mereka punya KTP atau tidak, tapi sepuluh orang anggota saya dibawa,” ujar Berlin yang juga ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kecamatan Kabanjahe ini secara lemah. Kemudian, Minggu pagi (15/5), Berlin selanjutnya menuju Mapolres Tanah Karo untuk mempertanyakan perihal penangkapan karyawannya. Namun, ia diarahkan kepada Kasat Reskrim AKP Harry Azhar. Usai makan siang, ia pun menemui Kasat Reskrim ke rumah dinasnya di Jalan Bhayangkara, Kabanjahe.

Setelah permisi kepada petugas piket dan beberapa saat menunggu, ia pun bertemu dengan Kasat Reskrim AKP Harry Azhar. Kasat Reskrim sendiri sempat bertanya kenapa rumahnya didatangi Berlin dan rekan-rekannya. Setelah dijelaskan, ia meminta agar rekan-rekan Berlin diminta meninggalkan kediamannya dan berbicara empat mata.

“Pembicaraan kami sebenarnya sudah enak dan mulai menemui jalan tengah. Kira-kira hampir satu jam kami bicara, datang (Kanit Opsnal Polres Tanah Karo) Oscar dan anggotanya. Ia menanyakan maksud kedatangan saya dan meminta saya berdiri. Disitulah saya langsung dipukuli ramai-ramai. Disebelah kiri saya Kasat. Entah ada niat bagus untuk melerai, saya tidak tahu. Tapi ada kata-kata Kasat untuk melerai,” katanya.

Kemudian, Oscar selanjutnya mengambil baret PPM milik Berlin dan membuangnya. ”Ini apa ini baret PPM. Kau bawa nama ormas disini. Saya sudah sering masuk asrama. Kamu mau TNI, mau apa, saya tidak takut,” ujar Ipda Oscar seperti ditirukan Berlin.

Selanjutnya, Berlin menuju Rumah Sakit Flora untuk mengobati lukanya dan kembali menuju kafenya. Tiba-tiba datang dua mobil dan satu sepeda motor dan berlin pun kembali dikeroyok didepan umum karena kebetulan posisi kafenya berada di depan sebuah SPBU.

“Mungkin saya dibuntuti. Datang dua mobil satu sepeda motor. Satu mobil sedan, satu lagi mobil B 88 OSC, yang itu semuanya Reserse. Saya dikeroyok dua orang didepan umum, juga oleh Oscar dan seorang anggotanya didepan Kasat. Anggota saya juga ada dua orang yang melihat,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasikan kepada Kasat Reskrim, AKP Harry Azhar Harahap, Sik, Senin (16/5), membantah adanya penganiayaan sebagaimana dituduhkan korban Berlin Sinuhaji maupun membantah tudingan mencampakkan topi berlambang salah satu organisasi. Ipda Oscar hanya menarik tangan Berlin Sinuhaji supaya keluar dari rumah dinas Saya, ujar Harry didampingi Kanit Opsnal Ipda Oscar.

Sementara Ipda Oscar mengakui, bahwa apa yang dituduhkan pihak Berlin Sinuhaji, adalah pencemaran nama baik. “Akan saya adukan ke institusi kepolisian, karena telah mencemarkan nama baik saya,” akunya.

Sementara, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Karo, Lia Hambali, mengatakan, pihaknya akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Saat ini, ia telah memberikan pengaduan kepada Dandim 0205/Tanah Karo, Danyon 125 Simbisa dan Kapolres Tanah Karo. Ketiganya merupakan pembina PPM Kabupaten Karo.

“Secara organisasi, PPM adalah wadah berkumpulnya anak pejuang. Sebagai pembina, kepolisian harusnya mengkoordinasikan apabila ada kesalahan. Kami tidak terima dengan hal ini, apalagi ada kekerasan. Secara organisasi, kami juga akan mengadukan hal ini ke Propam Poldasu, menunggu Berlin Sinuhaji sembuh. Kami juga berencana akan membuat aksi damai secara besar-besaran untuk mengkritisi pihak polisi yang bertindak sewenang-wenang, sebab seharusnya mereka melindungi, mengayomi dan melindungi, bukan brutal kayak gitu,” pungkasnya didampingi Sekjen PPM Jefri Sebayang.

Senada hal tersebut Nonton Sinuhaji orang tua dari Berlin Sinuhaji, juga mengaku bahwa pihaknya selaku orang tua keberatan atas kesewenang-wenangan oknum aparat kepolisian, terlebih dilakukan di kompleks rumah dinas polri. “Secara organisasi dan pribadi kami mengadukan hal itu ke Propam Poldasu,” ujar Nonton yang juga ketua Gapeknas Kabupaten Karo, kepada wartawan, Selasa petang (17/5). RTA(edt RBK)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Berkaitan Dengan Perampok Bank CIMB Medan Polres Karo Intensifkan Razia di Daerah Yang Dicurigai
  2. Jelang Pemilu Kada KPUD Karo di Tuding Terima Suap
  3. MTK (Musiknya Tanah Karo)
  4. Informasi Seputar Tanah Karo
  5. 3p (pagi indah/cerah/tanah karo)

Leave a Reply